Kamis, 06 November 2014

SGI bukan pesaing PGRI

Keberadaan organisasi guru tidak hanya PGRI, namun telah terbentuk pula organisasi lain yang akan menyalurkan aspirasdi guru dengan normal. Seperti dibentuknya Serikat Guru Indonesia (SGI) kabupaten Bima, sejak 16 September 2013 lalu. Ketua umum Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima Fahmi Hatib S.Pd mengatakan, organisasi guru yang menamakan diri sebagai SGI Bima sudah terbentuk di September lalu. Dalam kepengurusannya, terdiri dari dewan kehormatan, dewan pertimbangan dan dewan pengurus daerah. “Sedangkan di tingkat kecamatan ditangani oleh seorang Koordinator Wilayah (Korwil),” jelasnya saat berbincang dengan KM-BOLO, Rabu (6/12). SGI terbentuk mengingat belum tersalurkannya aspirasi guru dengan optimal. Sebab, kata dia, organisasi tua saat ini (PGRI,red) terkesan menjadi organisasi Pemerintah. Karena yang memegang jabatan ketua umum, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan adalah pejabat Dikpora. Sehingga guru di kabupaten Bima seakan enggan dan takut untuk menyampaikan aspirasi mereka karena memang Ketua PGRI adalah kepala Dinas Dikpora sendiri. Fahmi menerangkan, sesuai UU guru dan dosen, bahwa organisasi profesi guru dibentuk dan diurus oleh guru. Namun kenyataannya sekarang, organisasi PGRI justru diketuai oleh birokrasi. Dan, hal ini bukan saja terjadi di Bima, tetapi juga hampir merata di seluruh daerah lain di Indonesia. Tak hanya itu, ujar mantan Ketua BRM STKIP Bima ini, organisasi guru harus independen dan professional, serta tidak dijadikan sebagai alat politik untuk kepentingan kelompok tertentu. Dia juga mengungkapkan, tujuan dibentuknya SGI adalah untuk menyikapi masalah pendidikan serta nasib guru yang belum terakomodir dengan baik di daerah. Untuk diketahui, SGI Kabupaten Bima merupakan anggota dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang berkantor di Jakarta—dan terakomodirnya SGI sebagai anggota FSGI berdasarkan hasil pertemuan Nasional ke III tanggal 22 s/d 24 November 2013, di Jakarta. Sebagai program awal, lanjut Fahmi, pada minggu ketiga Desember 2013, SGI kabupaten Bima akan mengadakan Workshop Pendidikan Karakter Bangsa yang akan dihadiri langsung oleh Sekjen FSGI Ibu Retno Listyarti, dan sekaligus akan dirangkaikan dengan Deklarasi tentang keberadaan SGI di Bima. “Kehadiran SGI di Bima bukan sebagai tandingan organisasi guru yang telah ada. Akan tetapi, semata-mata untuk memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan yang lebih baik dari sebelumya,” kata mantan Sekretaris Umum HMI Cabang Bima periode 2003/2004 itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar